SAAT KIAMAT DATANG

SAAT KIAMAT DATANG

            Salah satu peristiwa yang pasti akan terjadi di masa yang tidak akan lama lagi adalah datangnya waktu kehancuran dunia dan alam semesta seluruhnya. Peristiwa itu dikenal dengan nama hari kiamat. Pada hari itu, terjadi kehancuran dan kekacauan yang maha dahsyat. Tidak ada satu tempatpun yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menyelamatkan diri dan tidak ada satu orangpun yang menyelamatkan orang lain. Masing-masing orang hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.
Kedahsyatan hari Kiamat menggambarkan kehebatan kuasa Allah SWT sebagai penciptanya. Hari Kiamat wajib diyakini karena sebagian dari rukun iman.  Hari akhor hayat dunia itu diawali dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya.
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah SWT. Dan semua mereka dating menghadap-Nya dengan merendahkan diri”. (QS An-Anml:27).
            Konon, gempa bumi paling dahsyat di dunia terjadi di Jepang dengan kekuatan 9,0 richter. Gempa tersebut telah memporak-porandakan Jepang tanpa sisa. Gempa paling dahsyat yang hanya terjadi beberapa detik itu menghancurkan segalanya walaupun belum sampai membalikkan isi perut bumi. Adapun hari kiamat nanti, gempa akan berlangsung terus-menerus, seolah tiada henti sekaligus mengeluarkan perut bumi dan melenyapkan permukannya.

“(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan”. (QS. Al-Muzzammil: 14)

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncagnan yang dahsyat dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya”. (QS. Az-Zalzalah: 1-2)

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa”. (QS. Al-Ibrahim:48)

Gunung yang tegak nan kukh berhamburan bagaikan kapas.
“Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.” (QS. Al-Haqqah: 14)

Langitpun terbelah dan hancur lebur.
“(Ingatlah) pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga”. (QS. Al-Ma’arij:8)
“Apabila langit terbelah”. (QS.Al-Insyiqaq:1)

            Dengan kondisi yang dahsyat itu, manusia kebingungan mencari tempat aman. Seorang ibu yang tengah menyusui, melarikan diri tanpa memperdulikan anaknya. Anak-anak kecil seketika berubah karena takut akan kejadian pada hari itu.
            Semedikian dahsyatnya kejadian oada hari kiamat, tidak ada lagi HAM yang selama ini digadang-gadangkan. Keyakinan akan hari Kiamat tidak hanya menjadi anjuran umat Islam, tetapi seluruh umat manusia. Tak seorangpun tahu kapan terjadinya hari kiamat, sekalipun Rasulullah saw, yang telah diberi jabatan sebagai pembawa berita tentang hari kiamat ini.
            Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan dating kepadamu kecuali secara tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari kiamat) ada pada Allah SWT, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Al-A’raf:187).
            Dalam ayat yang lain juga disebutkan mengenai hal ini.
“Sesungguhnya hanya di sisi Allah SWT ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS. Luqman:34).
            Dalam ayat lain juga, “Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “kapankah hari terjadinya?” Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)? Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya). Engkau (Muhamad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kiamat). Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari”. (QS. An-Nazi’at: 42-46).
            Satu hal lagi yang menggambarkan kedahsyatan di hari kebangkitan kelak adalah keegoisan. Keeogoisan manusia du dunia belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang akan erjadi pada hari kiamat. Egois dunia masih diimbangi dengan adanya sisi kemanusiann yang sesekali muncul. Pada hari Kiamat, rasa perikemanusiaan hilang sama sekali karena keinginan manusia untuk selamat dari api neraka.
            Keputusan surga atau neraka adalah akhir dari proses panjang. Adapun proses itu sendiri memiliki aneka ragam peristiwa yang sangat menyiksa, terutama bagi orang kafir dan ahli maksiat. Pada hari Kiamat, setelah semua makhluk dimatikan, mereka akan dibangkitkan dengan sekali entakan. Kemudian, Allah SWT memindahkan mereka ke padang yang berwarna putih kemerahan, Padang Mahsyar, yang menjadi ruang tunggu untuk dimulainya perhitungan amal.  Ribuan tahun menunggu dengan kondisi matahari dekat dengan kepala.
            Pada saat itu, semua orang butuh bantuan dan penyelamatan. Tak ada base camp pengungsian karena semua dataran, pijakan, dan riungan dihancurlenurkan.  Di saat seperti itu, orang-orang kafir jelas tidak ada harapan lagi untuk selamat sebab menyadari tidak ada maaf untuk mereka. Namun, kesadaran itu tak menyurutkan nyali mereka untuk berspekulasi dengan cara menyuap Allah SWT. Tanpa sungkan mereka menjadokan anak, istri, saudara, dan kerabat, bahkan mungkin seluruh manusia di bumi, jika bisa, untuk menebus keselamatan dirinya sendiri.
“Sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya, dan istrinya, dan saudaranya, dan keluarga yang dilindunginya (di dunia), dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian menharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya. Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak”. (QS. Al-Ma’arij :11-15).
            Ketegangan dan rasa takut pada saat itu menghilangkan kasih sayang satu sama lain, sekalipun hubungan antara anak, dan orang tua ataupun pasangan kekasih.
“Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf:67).
            Imam Sayuthi di dalam kitab ad-Duruul Mashur menjelaskan bahwa hubungan kasih saying antara satu manusia dan yang lain berubah menjadi permusuhan. Segala kasih saying dan percintaan tak tersisa sama sekali. Nuansa cinta kasih dan kelembutan yang dahulu sempat bersemi di taman hati sehingga terpatri sebuah janji untuk sehidup semati, seketika itu berbalik 180 derajat, kecuali orang-orang yang bertakwa.
            Orang-orang yang bertakwa saling mencintai karena Allah Ta’ala, menyandarkan rasa saying itu kepadanya tanpa mengurangi porsi hak Allah SWT sebagai Dzat yang paling utama untuk dicintai. Cinta karena Allah SWT ini menggiring seseorang untuk selalu menjaga hal masing-masing tanpa keberpihakan yang tidak adil. Biasanya orang yang dilanda rasa cinta dan saying hanya mampu melihat kebaikan dari orang yang dicintainya. Mereka sulit untuk objektif, sulit menegur saat orang yang dicintainya melakukan kesalahan, dan sulit menyalahi meskipun jelas menyimpang.
Rasulullah saw bersabda, “Para kekasih itu ada empat: dua orang mukmin dan dua orang kafir. Ketika salah satu mukmin itu meningeal kemudian dimasukkan ke jannah. Mukmin yang meninggal tadi mendoakan untuk saudaranya yang masih hidup, “Ya Allah, aku belum pernah mendapati seorang kekasih yang bersungguh-sungguh memerintah pada hal yang ma’ruf dan bersungguh-sungguh melarang dari hal munkar selai dia. Ya Allah, jangan Engkau sesatkan dia sesudahku sehingga dia melihat apa yang telah Engkau perlihatkan padaku, dan Engkau rida sebagaimana Engkau telah meridaiku.’ Adapun orang kafir yang mati dan dimasukkan ke neraka, dia mendoakan keburukan ke neraka, dia mendoakan keburukan kepada saudaranya sesame kafirnya, ‘Ya Allah, sesungguhnya kekasihku itu meyuruhku pada kemungkaran dan melarangku untuk berbuat yang ma’ruf, maka jangan Engkau tunjuki dia hingga dia melihat apa yang telah Engkau perlihatkan padaku, Engkau murka sebagaimana Engkau murka kepadaku’. (HR. Abd bin Humaid).
            Itulah salah satu gambaran yang mendukung kedahsyatan hari Kiamat kelak. Di akhir kelak, seluruh manusia tumpah ruah di lapangan tandus tanpa angin ataupun naungan. Matahari berjarak satu jengkal dari kepala. Bumi yang dahulu terbuat dari tanah diganti dengan tembaga yang sifatnya mudah menyerap panas. Itulah penggambaran kedahsyatan kondisi hari Kiamat dan besarnya harapan manusia pada pertolongan atau syafaat.
            Orang kafir yang dahulu saling mengasihi dan saling membantu, ketika dibangkikan justru saling mengolok satu sama lain, bahkan melaknat satu sama laim. Mereka menyadari bahwa saat itu hubungan kasih saying semasa di dunia tiada berarti. Mereka saling mengolok karena merasa jengkel diseret dan digiring menuju kebinasaan abadi.
           
Habiby Ukasah. 2011. 10 Pemberi Syafaat: Mengenal para Penolong di Hari Kiamat.

Related Posts:

0 Response to "SAAT KIAMAT DATANG"

Post a Comment