10 PEMBERI SYAFAAT
2. RASULULLAH
MUHAMMAD SAW
“Dan pada sebagian malam,
lakukanlah sholat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan
Tuhan mengangkatmu ke tempat yang terpuji (QS Al-Isra’ [17]:79)
Dalam ayat tersebut diterangkan
bahwa Allah SWT akan membangkitkan Nabi Muhammad saw ditempat kedudukan yang
mulia. Para ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “Maqamanmahmudan”
merupakan kedudukan Nabi saw yang dijanjikan Allah SWT. Ini menjadikan
kedudukan agung yang dikhususkan untuk beliau, tak diberikan pada nabi dan
rasul lain. Kedudukan ini adalah pemberi syafaat untuk umatnya.y
Syafaat Rasulullah saw merupakan
syafaat terbesar setelah Allah SWT. Syafaat beliau tersedia sejak dihisabnya
amal hingga shirath dan itu tidak terlepas dari keridhaan Allah SWT. Bagi orang yang mencintai Nabi, syafaat beliau adalah
harapan yang sangat dinanti. Namun, banyak orang keliru dalam memahami syafaat,
bahkan sebagiannya terjerumus dalam praktek kemusyrikan karena tidak memahami
masalah ini dengan benar. Baca selengkapnya mengenai syafaat di https://buletin.muslim.or.id/aqidah/jangan-salah-meminta-syafaat
Semua nabi
mendapatkan jatah dari Allah SWT mendoakan umatnya masing-masing. Jatah doa ini
jika dipanjatkan, pasti akan dikabulkan. Namun, Allah SWT Sang Penguasa
segalanya memberi kesempatan berharga kepada Rasulullah saw. Beliau memutuskan
untuk menunda kesempatan ini hingga menjadi tabungan di akhirat kelak. Tabungan
syafaat untuk umatnya yang membutuhkan.
Imam Nawawi
menjelaskan bahwa hadist yang diriwayatkan oleh Imam Nawawi tersebut mengandung
penjelasan tentang kesempurnaan syafaat Nabi saw bagi umat beliau. Kelembutan
hati dan kasih saying yang begitu mendalam sekaligus hasrat besar mementingkan
kebutuhan umat, mendorong beliau untuk terus menunda hingga benar-benar pada
kondisi kritis. Sebagaimana terangkum dalam Hadist berikut ini.
“Dari Ma’di Kariba
bin Abdu Kilal, dia berkata, ‘Aku mendengar dirinya pada hari Jum’at, sedangkan
dia berdiri di atas mimbar, menceritakan dari ‘Auf bin Malik as’Asyja’I dia
menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Dia berkata, ‘Kami keluar bersama
Rasulullah saw pada sebagian peperangan beliau. Aku takut pada suatu malam,
ternyata semua binatang meletakkan pipinya di tanah. Dan aku tidak melihat
pasukan kecuali keterlambatan perjalanan. Lalu, aku mendatangi tempat tinggal
Nabi saw dan ternyata beliau tidak ada di dalamnya. Kemudian, aku pindah menuju
semak belukarnya tumbuh-tumbuhan berbuku dan beruas, aku mendengar suara
gemerincing. Aku mendapati dua orang, lalu aku dating kepada mereka berdua.
Merekaadalah Mu’adz bin Jabal dan Abu ‘Ubaidah bin al-Jarah, kemudian aku
mengucapkan salam atas keduanya dan bertanya, ‘Apa yang menjadikan kalian keluar?’
Keduanya menjawab, ‘Telah membuat ami keluar apa yang membuatmu keluar dalam
pencarian Nabi saw/ Ketika mereka sedang berdiri melihat-lihat. Tiba-tiba Nabi
saw keluar dan berucap, ‘Apakah di sana ada ‘Auf bin Malik Al-Asja’i?’ Dia
menjawab, ‘Ya, wahai Nabi Allah. Ini aku’. Kemudian mereka berdua berjalan
sampai keduanya datang bersama Rasulullah saw beliau bertanya, ‘Apakah kalian
tahu apa yang membuatku keluar?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih
tahu’. Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya Jibril dating kepadaku, kemudian
mengeluarkanku, maka jadilah seperti yang kalian saksikan. Dan sesungguhnya
Pemeliharaku menyuruhku untuk memilih antara dua sesuatu; bahwasanya setengah
dari umatku akan masuk surge dan (pemberian) syafaat untuk umatku. Lantas aku
memilih (pemberian) syafaat untuk umatku. (HR Ahmad)
Paket
syafaat yang dipercayakan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw adalah
kelapangan di hari kiamat dan disegerakan perhitungan amalan manusia. Umat
Rasulullah saw yang termasuk generasi akhir umat manusia, mendapatkan prioritas
hisab lebih awal daripada umat sebelumnya. Ketika umart Rasulullah saw semuanya
selesai dihisab, barulah kemudian umat nabi-nabi yang hidup sebelum beliau pun
dihisab. Sebelum umat Rasulullah saw selesai dihisab, mereka menunggu. Hisab
mereka diakhirkan meski generasi mereka hidup lebih awal. Subhanallah
Baca Juga
Pustaka
Habiby Ukasah. 2011. 10 Pemberi Syafaat: Mengenal para Penolong di
Hari Kiamat.
0 Response to "Syafaat Ke dua, Rasulullah saw (10 Pemberi Syafaat)"
Post a Comment